Bertempat di Kantor Gubernur Jawa Barat, 15 wartawan ekonomi dari berbagai media lokal mau-pun nasional di NTB melakukan study banding mengenai Industri Kreatif di Pemerintah Provinsi Bandung, (4/2). Rombongan Studi Banding yang disponsori oleh Bank Indonesia Kantor Wilayah NTB ini disambut baik oleh Iya Sugiya, SE, M.EP, Kepala Bagian Industri Perdagangan dan Pariwisata Jawa Barat, didampingi Kepala Seksi Distrik Pariwisata, Ida Mahmudiah.
"Kami sangat senang dengan study banding seperti ini. Kami berharap hasil dari study banding ini dapat bermanfaat di NTB nanti sesuai dengan adat budaya dan norma yang berlaku di sana," tutur Iya Sugiya.
Pemprov Jabar banyak menjelaskan program-program unggulan pemerintah Bandung pada indus-tri kreatif. Program yang menjadi unggulan Gubernur Jabar Ridwal Kamil. Disebutkan dalam tahun 2019 ini sejumlah 17 program akan dijalankan dengan anggaran mencapai 16 Milliar lebih.
"Salah satu program industri kreatif Jabar tahun ini adalah Internasional Kreatif Conference. Di-mana akan ada banyak keynote speaker dari berbagai belahan dunia akan berbagi ilmunya di sini," jelas Ida.
Tak hanya melakukan Study Banding, rombongan wartawan ekonomi NTB yang dipimpin langsung oleh Kepala BI Kantor Perwakilan NTB Achris Sawarni ini juga sebelumnya telah melakukan kunjun-gan ke kawasan ekonomi kreatif di Pedepokan Seni Budaya dan Kreatifitas di bawah Dinas Pari-wisata.
Dalam fasilitas umum gedung enam lantai tersebut, benar-benar diperuntukan bagi industri kreatif tanpa dipungut biaya retribusi. Ada berbagai kegiatan seni dan kreatif dari komunitas-komunitas di Bandung yang dapat menggunakan fasilitas tersebut. Dalam gedung tersebut dilengkapi dengan studio rekaman, screening film, ruang animasi dan sebagainya.
Devi Handayani, wartawan Radar Lombok menuturkan study banding ini sangat bermanfaat bag-inya. Tak sekedar mendapat wawasan baru, study banding ini juga dapat menambah refrensinya dalam menulis berita ekonomi. Senada dengan Devi, Eka Chandra kontributor Bisnis Indonesia ini mengaku study banding ini semakin membuatnya mengerti seluk beluk industri kreatif.
"Kita juga semakin memahami regulasi di pemerintahan dalam industri kreatif seperti apa," tandasnya. (novita-tim media)